MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL BERSALIN, NIFAS, DAN BAYI BARU LAHIR


MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL
BERSALIN, NIFAS, DAN BAYI BARU LAHIR DI BPS
“NI NENGAH PADMINI”





Disusun Oleh : Ni KETUT EKAYANI
NIM : 105080022


YAYASAN PENDIDIKAN CENDRAWASIH
AKADEMI KEBIDANAN PALU
T.A 2009/2010

KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat tuntunan dan penyertaan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan “asuhan Kebidanan” yang beroriantasi pada Ibu ANC, INC, PNC, dan BBL di BPS “NI NENGAH PADMINI” tepat pada waktunya
Penulis menyadari atas keterbatasan kemampuan dalam menyusun manajemen asuhan kebidanan ini. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan masukan dan kritikan oleh informasi yang bersifat membangun.
Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan kepada kami sehingga tugas ini dapat diselesaikan, semoga Tuhan selalu memberikan berkat-Nya kepada kita semua. Amin



Palu.              2011

Penulis


HALAMAN PENGESAHAN
Asuhan Kebidanan  pada ibu hamil, Bersalin, Nifas dan Bayi Baru Lahir
An. Ny S. Di BPS “NI NENGAH PADMINI”
Telah disetujui dan disahkan Oleh :






Mengetahui
Bidan Pembimbing


(Bid. NI NENGAH PADMINI)


SURAT KETERANGAN
Yang bertanda Tangan Dibawah Ini :
Nama                            : Bidan Ni Nengah PADMINI
Jabatan                         : Bidan Koordinator BPS
Menerangkan Bahwa   :
Nama                            : Ni Ketut Ekayani
Nim                               : 105080022
Jabatan                        : Mahasiswa Akbid Payu Yayasan Pendidikan Cendrawasih
Telah melaksanakan manajemen asuhan kebidanan dan pengawasan pada ibu sejak masa usia kehamilan 28 minggu, Persalinan, Post partum, dan pengawasn bayi baru lahir melalui kunjungan Rumah ( home visit ) pada :
Nama                          : Ny. S
Umur                          : 27 Tahun
Alamat                        : jln Garuda
Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya


Mengetahui
Bidan Pembimbing


( Ni Nengah PADMINI)





BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Misi dari pembangunan kesehatan adalah memenuhi hak setiap insan untuk meraih derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dengan kata lain kesehatan harus diperoleh setiap insan dan masyarakat.
Bidan memiliki kedudukan yang sangat penting dalam melaksanakan misi tersebut diatas khususnya dalam pemberian asuhan kepada ibu dan anak.
Dasar pemikiran yang melatar belakangi adalah bahwa kehamilan dan persalinan merupakan peristiwa besar dimana memilki arti penting bagi kaum wanita, keluarga dan masyarakat. Proses ini memiliki resiko terhadap keselamatan ibu dan bayi, dimana jika proses sejak awalnya tidak teridentifikasi dengan baik maka penyulit akan berkembang kemudian berakibat fatal bagi kehidupan ibu maupun bayinya.
Manajemen asuhan kebidanan berdasarkan pada ilmu pngetahuan yang unik dan menggabungkan berbagai disiplin ilmu yang luas termaksud ilmu kedokteran, ilmu keperawatan, dan ilmu kesehatan masyarakat. 

B.  Tujuan
1.              Tujuan Umum
Menambah pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam memberikan asuhan pada ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir sesuai dengan penerapan manajemen kebidanan.
2.              Tujuan khusus
Memberi pelayanan sesuai dengan manajemen kebidanan pada :
·         Ibu hamil
·         Ibu bersalin
·         Ibu nifas
·         Bayi baru lahir

C.  Manfaat
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat :
a.          Untuk memenuhi salah satu persyaratan kurikulum pada program pendidikan  AKBID CENDRAWASIH Palu jurusan Kebidanan.
b.         Menambah pengetahuan di bidang dalam pelayanan dengan menerapkan manajemen kebidanan.

















BAB II
TINJAUAN TEORITIS
ANC, INC, PNC dan BBL NORMAL

A.  ANTENATAL CARE (ANC)
1.      Pengertian ANC
Antenatal care adalah pemeriksaan, perawatan, serta pengawasan selama kehamilan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim.
2.      Tujuan ANC
a.   Tujuan Umum
Menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental untuk menyelamatkan ibu dan anak selama kehamilan,persalinan dan nifas sehingga didapatkan ibu dan bayi sehat.
b.   Tujuan khusus
1)      Memantau tujuan kehamilan untuk memastikan keselamatan ibu dan tumbuh kembang bayi.
2)      Meningkatkan dan mempertahankan kesahatan fisik, mental, dan sosial ibu dan bayi.
3)      Mengenali cara dini adanya ketidaknormakan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termaksud riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan.
4)      Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
5)      Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif.

3.      Fisiologi Kehamilan
a.       Proses kehamilan
Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan dan terdiri dari :
1)              Ovulasi
Ovulasi adalah proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh system hormonal yang kompleks.
Proses pembuahan ovum (oogenesis) asalnya dari Epital germinal,oogenium,folikel primer, lalu mengalami proses pematangan. Dengan pengaruh FSH, folikel primer mengalami pembuahan dan terjadi folikel degraaf menuju ke permukaan ovarium disertai pembentukan cairan liquir folikuli. Desakan folikel degraaf ke permukaan menyebabkan penipisan dan disertai devaskularisasi. Selama pertumbuhan menjadi folikel degraaf ovarium mengeluarkan hormon yang dapat mempengaruhi gerakan tuba yang makin mendekati ovarium, gerakan sel rambut tuba yang semakin tinggi, peristaltic tuba yang makin aktif. Ketiga faktor ini menyebabkan aliran cairan dalam tuba makin deras menuju uterus. Cengan pengeruh LH yang makin besar dan fliktuasi yang mendadak, terjadi proses pelepasan ovum yang disebut ovulasi. Dengan gerakan aktif gerak tuba yang mempunyai umbai (fimbriae) maka ovum yang telah dilepaskan segera ditangkap oleh fimbriae tuba. Proses penangkapan ini disebut ovum pick up mechanism. Ovum yang tertangkap terus berjalan mengikuti tuba menuju uetrus, dalam bentuk pematangan pertama telah siap untuk dibuahi.


2)              Spermatozoa
Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks
Ÿ   Spermatogenium berasal dari sel primitive tubulus
Ÿ   Menjadi spermatosit pertama
Ÿ   Menjadi spermatosit kedua
Ÿ   Menjadi spermatid
Ÿ   Akhirnya spermatozoa
Bentuk spermatozoa seperti kecebong, yang terdiri atas kepala, leher dan ekor. sebagian besar spermatozoa mengalami kematian dan hanya beberapa ratus yang dapat mencapai tuba fallopi. spermatozoa yang masuk kedalam alat ganitalia wanita dapat hidup selama 3 hari, seningga cukup waktu untuk mengadakan konsepsi.
3)              Konsepsi
Pertemuan antara sel ovum dan inti spermatozoa disebut konsepsi atau fertilisasi dan membentuk zigot.
4)              Proses nidasi atau implantasi
Proses penanam blastula disebut nidasi atau implantasi terjadi pada hari ke-6 sampai hari ke-7 setelah konsepsi. Pada saat tertanamnya blastula kedalam endometrium, mungkin tejadi perdarahan yang disebut tanda hartman.
5)              Pembentukan Plasenta
Nidasi atau implantasi terjadi pada bagian fundus uteri dinding depan maupun belakang. Pada bastula penyebarab sel trofoblas mendestruksi endometrium sampai terjadi pembentukan plasenta yang berasal dari primer vili korealis


4.       Perubahan Fisiologi Pada Saat Kehamilan
Dengan terjadinya kehamilan maka seluruh system genetalia wanita mengalami perubahan yang mendasar sehingga dapat menunjang perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim. Plasenta dalam perkembangannya mengeluarkan hormon somato mammatropin, estrogen dan progesterone yang menyebabkan penyebabkan perubahan pada:  
a.       Rahim atau uterus
               Rahim yang semula besarnya sejempol atau beratnya 30 gram akan mengalami hipertropi dan hyperplasia, sehingga menjadi seberat 1000 gram saat akhir kehamilan otot rahim mengalami hyperplasia dan hipertropi menjadi lebih besar, lunak dan dapat mengikuti pembesaran rahim karena pertumbuhan janin.
b.      Vagina (liang senggama)
                Vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen sehingga tampak makin merah dan kebiru- biruan (tanda chadwiks).
c.         Ovarium (indung telur)
 Denagan terjadinya kehamilan, indung telur yang mengandung korpus luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna pada umur kehamilan 16 minggu.
Kejadian ni tidak dapatlepas dari kemampuan vili korealis yang mengeluarkan hormon korionik gonadotropin yang mirip dengan hormon luteotropik hipofisis anterior.
d.      Payudara
      Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI pada saat laktasi. Perkembangan payudara tidak dapat di lepaskan dari pengaruh hormon saat kehamilan yaitu estrogen, progesteron dan somatomammatropin.
e.        Sirkulasi darah ibu
       Peredaran darah ibu di pengaruhi ole beberapa faktor:
§  Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah sehingga dapat memenuhi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan janindalam rahim.
§  Terjadinya hubungan langsung antara arteri dan vena pada sirkulasi retroplasenter
§  Pengaruh hormon estrogen dan progesteron makin meningkat akibat dari faktor tersebut di jumpai beberapa perubahan peredaran darah
§  Volume darah
            Volume darah semakin meningkat dimana jumlah serum darah lebih besar dari pertumbuhan sel darah, sehingga terjadi semacam pengenceran

5.       Jadwal Kunjungan ANC
Kunjungan antenatal sebaliknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan.
-        Satu kali pada triwulan pertama (sebelum 14 minggu)
-        Satu kali pada triwulan kedua (antara minggu 14-15 minggu)
-        Dua kali pada triwulan ketiga (antara minggu 28-36 dan sesudah minggu ke 36)

6.      Pelayanan / asuhan standar minimal 7 T
Dalam melakukan pemeriksaan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan 7 T :  
1.  Timbang berat badan
2.  Ukur tekanan dara
3.  Ukur tinggi fundus uteri
4.  Pemberian imunisasi TT lengkap
5.  Pemberian tablet zat besi
6.  Tes terhadap penyakit menular seksual
7.  Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan
Pada setiap kali kunjungan antenatal, perlu didapatkan informasi yang sangat penting. Tabel di bawah ini memberikan geris-garis besarnya.

Waktu Kunjungan
Informasi Penting
Trimester I
(Sebelum minggu ke-14)
-          Membangun hubungan saling percaya antara petugas kesehatan dan ibu hamil
-          Mendeteksi tindakan pencegahan seperti tetanus neonatorum, anemia.
-          Memulai persiapan kelahiran bayi dan kesiapan untuk menghadapi komplikasi
-          Mendorong prilaku yang sehat (gizi, latihan, kebersihan, istrahat, dan lain-lain)
Trimester II
(Sebelum minggu ke-28)
-          (Sama seperti di atas)
-          Kewaspadaan terhadap preeklamsia


Trimester III
(Antara minggu ke 28-36)
-          Palpasi abdomen untuk mengetahui apakah ada kehamilan ganda
Trimester III
(Setelah minggu ke-36)
-          Deteksi letak bayi yang tidak normal, atau kondisi lain yang memerlukan kelahiran di rumah sakit.

7.      Penilaian Klinik
Pada setiap kunjungan antenatal, petugas mengumpulkan dan menganalisis data mengenai kondisi ibu melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik, untuk mendapatkan diagnosis serta ada tidaknya komplikasi.
a.   Anamnesis
Anamnesis meliputi         :
-        Identitas pasien
-        Keluhan utama
-        Riwayat kehamilan sekarang (utamanya HPHT)
-        Riwayat obstetrik lalu
-        Riwayat penyakit
-        Riwayat sosial ekonomi
b.   Pemeriksaan
1)      Pemeriksaan fisik umum
-        Kesan umum       :  Compesmentis, tampak sakit
-        Pemeriksaan        :  TD, nadi,pernapasan, suhu, TB, BB,
dan hal   lain


2)      Pemeriksaan khusus obstetri
-        Inspeksi
TFU
-        Palapsi
Ÿ  Menurut kneble
Ÿ  Menurut leopold
Ÿ  Menurut Buddin
Ÿ  Menrut Ahfeld
-        Perkusi
Ÿ  Meteorisme
Ÿ  Tanda cairan bebas
-        Auskultasi
Ÿ  Bising usus
Ÿ  DJJ
-        Pemeriksaan dalam
3)      Pemeriksaan laboratorium
-        Laboratorium rutin; darah lengkap, urine lengkap, test kehamilan
-        Laboratorium khusus
8.      Diagnosis
Gambaran kehamilan normal  :
-        Ibu sehat
-        Tidak ada riwayat obstetrik buruk
-        Ukuran uterus sama / sesuai usia kehamilan
-        Pemeriksaan fisik dan laboratorium normal



9.      Asuhan antenatal
-        Sapa ibu (dan juga keluarganya) dan membuatnya merasa nyaman
-        Mendapatka riwayat kehamilan ibu dengan mendengarkan dengan teliti apa yang akan diceritakan ibu
-        Melakukan pemeriksaan fisik
-        Melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan laboratorium untuk menilai apakah kehamilanya normal.
Ÿ  TD dibawah 140/90 mmHg
Ÿ  Oedema hanya ada ekstrimitas
Ÿ  Bertambahnya BB minimal 8 Kg elama kehamilan
Ÿ  TFU dalam m atau menggunakan jari-jari tangan sesuai dengan UK
Ÿ  DJJ 120-160 denyut / menit
Ÿ  Gerakan anin terasa setelah 18-20 minggu hingga melahirkan
-        Mendiskusikan dengan ibu dan keluarga mengenai rencana dan persiapan persalinan
-        Memberikan konseling
Ÿ  Gizi; peningkatan konsumsi makanan hingga 300 kalori perhari, mengkonsumsi makanan, yang mengandung protein, zat besi, minum cukup cairan (menu seimbang).
Ÿ  Latihan; normal tidak berlebih jika istrahat lelah
Ÿ  Perubahan fisiologi; tambah BB, perubahan payudara, tingkat tenaga bisa menurun, mual selama triwulan pertama, rasa panas, dan atau varices, hubungan suami istri boleh dilajutka selama kehamilan (dianjurkan memakai kondom)
Ÿ  Menasehati ibu untuk mencari pertolongan segera ika ibu mendapati tanda-tanda bahaya ;
ü   Perdarahan pervaginam
ü  Sakit kepala berlebihan
ü  Gangguan penglihatan
ü  Pembengkakan pada wajah / tangan
ü  Nyeri abdomen (epigastrik)
ü  Janin tidak bergerak sebanyak biasa
Ÿ  Merencanakan dan mempersiapkan kelahiran yang bersih dan aman
Ÿ  Personal hygiene
Ÿ  Menjelaskan cara perawatan payudara terutama pada ibu yang mempunyai putting susu rata atau masuk ke dalam
Ÿ  Memberikan zat besi mulai 90 hari mulai minggu ke 20
Ÿ  Memberikan imunisasi TT 0,5 %
Ÿ  Menjadwalkan kunjungan berikutnya
Ÿ  mendokumentasikan kunjungan tersebut.

B.  INTRA NATAL CARE
1.          Pengertian
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (Janin dan Uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lain,  dengan bantuan (Kekuatan sendiri).

2.          Jenis – jenis Persalinan
a.           Persalinan Spontan / normal
Persalinan yang berlangsung sejak awal sampai akhir dengan tenaga dan kekuatan ibu sendiri melalui jalan lahir.

b.          Persalinan Buatan
Persalinan yang berakhir dengan bantuan atau tenaga atau diakhiri dengan suatu tindakan.
c.           Persalinan Anjuran
                      Kekuatan persalinan ditimbulkan dengan rangsangan dari luar.
         
3.          Teori terjadinya Persalinan
a.               Teori Keregangan
1)      Otot rahim mempunyai kemampuan meregang dalam batas tertentu
2)      Setelah melewati batas tertsebut terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat dimulai
3)      Contohnya: pada kehamilan ganda sering terjadi kontraksi setelah
                keregangan tertentu, sehingga menimbulkan prises persalinan.
b.    Teori Penurunan Progesterone
1)      Proses penuaan plasenta terjadi dimulai umur hamil 28 minggu, dimana terjadi penumbuhan jaringan ikat, darah mengalami penyempitan dan buntu.
2)      Produksi progesterone mengalami penurunan, sehingga otot rahim  
            sensitive terhadap oksitosin
3)      Akibatnya otot rahim mulai berkontraksi setelah tercapai tingkat penurunan progesterone tertentu.





c.       Tercapai Oksitosin Internal
1)      Oksitosin dikeluarkan oleh hipofise pars posterior
2)      Perubahan keseimbangan estrogen dan progesterone dapat mengubah sensitivitas otot rahim, sehingga sering terjadi kontraksi brackton hicks
3)      Menurunnya kontraksi progesterone akibat tuanya kehamilan, maka oksitosin dapat meningkatkan aktivitas sehingga persalinan dimulai.
d.      Teori Prostaglandin
1)      Konsentrasi prostaglandin menigkat sejak umur hamil 15 minggu yang dikeluarkan desidue
2)      Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulkan kontraksi otot rahim, sehimgga hasil konsepsi dikeluarkan.

4.          Faktor – faktor yang mempengaruhi Persalinan
a.   Power
1)      His
2)      Kontraksi otot dinding perut
3)      Kontraksi diagfragma pelvis atau kekuatan mengedan 
4)      Ketegangan dan kontraksi ligamentum rotundum
b.   Passenger
         Janin dan uri
c.  Passage
                   Jalan lahir lunak dan keras (tulang)
5.          Mekanisme Persalinan Normal
Mekanisme persalinan normal adalah rentetan pergerakan aktif dari janin  dan terhadap panggul saat janin melewati jalan lahir.
       Gerakan pasif tersabut adalah :
a.               Masuknya kepala pada PAP
b.              Turunnya kepala kedasar panggul
c.               Reaksi kepala
d.              Putaran paksi dalam
e.               Ekstensi
f.               Ekapulsi
g.              Putaran paksi dalam

6.          Pembagian tahap awal Persalinan
a.               Persalinan kala I
                        -  Kala pembukaan yang berlangsung antara no 1 sampai pembukaan lengap
                       -   Pada Primigravida 12 jam
                       -   Pada Multi gravida 8 jam
b.              Persalinan kala II
                        Dari pembukaan lengkap sampai anak lahir, lamanya kala II untuk primigravida 50 menit, dan  untuk multi gravida 30 menit.
c.               Kala III ( Kala uri)  
                        Dari anak lahir sampai uri lahir, lamanya 30 menit
d.              Kala IV (observasi)
                        Pada kala IV dilakukan observasi tentang tanda – tanda vital,   perdarahan, kontraksi uterus dalam 2 jam.

7.          Fisiologi Persalinan
a.               Fisiologi kala I
                        Partus dimulai  dimulai bila ada his dan pelepasan lender bercampur darah
1)      Fase laten
                              - Pembukaan 0 – 3 cm
                              - Berlangsung lebih lama 8 – 10 jam
              - Kontraksi uterus ringan, frekwensi 5–15 menit, lamanya 10 -  30 detik
2)      Fase aktif
                              - Pembukaan 3 – 10 cm
                              - Kurang lebih berlangsung dan jam lebih cepat
                              - Kontraksi uterus baik, agak teratur :
                                 Intertval 2 – 3 menit
                                 Lamanya 15 – 30 menit
b.              Fisiologi kala II
1)      His lebih kuat dan cepat, interval 2 – 3 menit
2)      Tiap his disertai rasa ingin mengedan karena kepala sudah masuk dan tekanan otot – otot dasar panggul, karena tekanan pada rectum.
3)      Perineum meregang dan anus membuka
4)      Labia mulai membuka, kepala janin nampak di vulva dengan bagian hipomoglion dan sub occiput di bawah symphisis, maka lahirlah berturut- turut ubun – ubun kecil, ubun – ubun besar, dahi, muka, hidung, mulut dan dagu melalui perineum disusul badan dan anggota gerak

c.               Fisiologi kala III
1)      Setelah janin lahir, tinggi fundus uteri setinggi pusat
2)      Uterus berkontraksi untuk melepaskan plasenta
3)      Plsenta akan lepas dalam wakti 6 – 15 menit sesudah bayi lahir
d.              Fisiologi kala IV
Sampai 2 jam post partum untuk mengawasi apakah ada perdarahan post partum atau tidak.

8.          Partograf
      Partograf dipakai untuk memantau kemajuan persalinan dan membantu petugas kesehatan dalam mengambil keputusan dalam penatalaksanaan. partograf dimulai pada pembukaan 4 cm (fase aktif). partograf sebaiknya dibuat untuk setiap ibu yang bersalin, tanpa menghiraukan apakah persalinan tersebit normak atau dengan komplikasi.
              Petugas harus mencatat kondisi ibu dan janian sebagai berikut :
a.               Denyut jantung janin, catat setiap 1 jam
b.              Air ketuban, catat warna setiap melakukan pemeriksaan vagina
       -  U   : selaput utuh
       -  J    : selaput pecah, air ketuban jernih
       -  M  : air ketuban bercampur mekoneum
       -  D   : air ketuban bernoda darah
       -  K   : tidak ada ketuban / kering
c.               Perubahan bentuk kepala janin (molding atau molase)
           - 0     : sutura terpisah
           - 1     : sutura (pertemuan 2 tulang tengkorak) yang tepat /bersesuaian
           - 2     : sutura tumpang tindih tetapi dapat diperbaiki
           - 3     : sutura tumpang tindih dan tidak dapat diperbaiki
d.               Pembukaan mulut rahim (serviks).
                         Dinilai setiap 4 jam dan beri tanda silang (x )
e.               Penurunan
    Mengacu pada bagian kepala (dibagi 5 bagian) yang teraba (pada pemeriksaan abdomen/luar) di atas simfisis pubis; catat dengan tanda lingkaran (0) pada setiap pemeriksaan dalam. pada posisi 0/5, sinsiput (s) atau paruh atas kepala berada di simfisis pubis.
f.               Waktu, menyatakan berapa jam waktu yang sudah dijalani sesudah pasien di terima.
g.              Jam, catat jam sesungguhnya
h.              Kontraksi, catat setiap setengah jam; lakukan palpasi untuk menghitung  banyaknya kontraksi dalam hitungan detik:
  - kurang dari 20 detik
  - antara 20 -40 detik
  - lebih dari 40 detik
i.Oksitosin, jika memakai oksitosin, catatlah banyaknya oksitosin per volume cairan   infuse dan dalam tetesan per menit.
j.Obat yang diberikan, catat semua obat lain yang diberikan.
k.              Nadi,catatlah setiap 30-60 mnt dan tandai dengan sebuah titik besar (.)
l.Tekanan darah, catatlah setiap 4 jam dan tandai dengan anak panah.
m.            Suhu badan, catatlah setiap dua jam.
n.               Protein, aseton, dan volume urine. catatlah setiap kali ibu berkemih.










C.  POST  NATAL  CARE   (PNC)

1.           Pengertian  Masa  Nifas  (Pueperium)
                 Adalah   dimulai  setelah  kelahiran  dan berakhir ketika  alat-alat  kandungan  kembali seperti keadaan  sebelum  hamil. Masa nifas berlangsung kira-kira 6 minggu.

2.           Tujuan  Asuhan  Masa  Nifas
         a).  Menjaga  kesehatan  ibu  dan  bayinya, baik  fisik  maupun  psikologik.
 b). Melaksanakan  skrining  yang  komprehensif, mendeteksi  masalah, mengobati, atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya..
         c).  Memberikan  pendidikan kesehatan tentang perawatan diri , nutrisi, KB,    menyusui,pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.
         d).  Memberikan pelayanan KB.

3.           Periode  Masa  Nifas
               a).   Pueperium  dini  yaitu  kepulihan  dimana  ibu  telah  diperbolehkan  berdiri  dan berjalan – jalan.
               b). Pueperium  intermedial  yaitu  kepulihan  menyeluruh  alat-alat  genetalia  yang lamanya  6-8  minggu.
               c).  Remote  pueperium  yaitu  waktu  yang  diperlukan  untuk  pulih  dan    sehat  sempurna  terutama  bila selama  hamil  atau  waktu  persalinan  mempunyai  komplikasi.


4.           Involusio  Alat-alat  Kandungan
               a).  Uterus  :  secara  berangsur-angsur  menjadi  kecil  (involusio)  sehingga   akhirnya  kembali  seperti  sebelum hamil
               b).  Bekas  implantasi uri  :  placental  bed  mengecil  karena  kontraksi dan menonjol  ke kavum  uteri  dengan  diameter  7,5  cm.  sesudah  2  minggu  menjadi  3,5  cm,  pada minggu  keenam 2,4  cm,  dan  akhirnya  pulih.
                c).  Luka-luka  pada  jalan  lahir  bila  tidak  disertai  infeksi akan sembuh  dalam  6 - 7  hari.
                d). Rasa  sakit  yang disebut  after  pains,  (meriang  atau  mules – mules)  disebabkan  kontraksi  rahim,  biasanya  berlangsung  2-4  hari pasca  persalinan.
                e). Lochia  adalah  cairan  sekret   yang  berasal  dari  kavum  uteri  dan      vagina  dalam  masa  nifas.
1)               Lochia  rubra  (cruenta)  berisi  darah segar  dan sisa –sisa  selaput  ketuban, sel-sel  disidua, verniks  kaseosa, lanugo,  dan  mekoneum,  selama  2  hari  pasca  persalinan. 
2)              Lochia  sanguinolenta  : berwarna  merah kuning  berisi  darah  dan lendir,  hari  ke 3-7  pasca persalinan.
3)              Lochia  serosa  :  berwarna  kuning, cairan  tidak  berdarah  lagi, pada hari   ke 7 - 14  pasca  persalinan.
4)              Lochia  alba  : cairan  putih, setelah  2 minggu
5)              Lochia  purulenta : terjadi  infeksi, keluar  cairan seperti  nanah berbau  busuk


6)              Lochiastasis  :  lochia  tidak  lancar  keluarnya
              f).    Serviks :  setelah  persalinan,  bentuk  serviks  agak  menganga  seperti  corong  berwarna  merah  kehitaman.  Konsistensinya  lunak  kadang-kadang  terdapat  perlukaan-perlukaan  kecil.  Setelah  bayi  lahir, tangan  masih  biasa  masuk  rongga  rahim,  setelah  2  jam  dapat  dilalui  oleh  2-3  jari,  dan setelah  7  hari  hanya  dapat  dilalui  1  jari.
              g).    Ligamen-ligamen  :  ligamen, fasia  dan  diafragma  pelvis  yang  meregang  pada waktu  persalinan, setelah  bayi  lahir, secara  berangsur-angsur  menjadi ciut  dan pulih  kembali  sehingga  tidak  jarang  uterus  jatuh  kebelakang dan menjadi retrofleksi,  karena  ligmentum  rotundum  menjadi  kendor.

5.           Jadwal  Kunjungan  Masa  Nifas
                 Kunjungan  masa  nifas  paling  sedikit  4  kali  dilakukan  untuk melihat  status  ibu  dan  bayi  baru lahir,  dan  untuk  mencegah,  mendeteksi  dan menangani  masalah-masalah  yang  terjadi.

Kunjungan
Waktu
Tujuan




1
6-8 jam setelah  persalinan
-
Mencegah  perdarahan  masa  nifas  karena  atonia  uteri


-
Mendeteksi  dan  merawat  penyebab  lain  perdarahan;  rujuk  bila  perdarahan  berlanjut


-
Memberikan  konseling  pada  ibu atau salah  satu  anggota  keluarga  bagaimana  mencegah  perdarahan masa  nifas  karena  atonia  uteri


-
Pemberian  ASI  awal


-
Melakukan  hubungan  antara  ibu  dan bayi  baru  lahir


-
Menjaga  bayi  tetap  sehat  dengan  cara  mencegah  hipotermia


-
Jika  petugas  kesehatan  menolong persalinan,  ia  harus  tinggal  dengan  ibu  dan  bayi  baru  lahir  untuk  2  jam  pertama  setelah  kelahiran, atau  sampai  ibu  dan  bayi  dalam  keadaan stabil.




2
6 hari setelah  persalinan
-
Memastikan  involusio  uterus  berjalan  normal :  uterus  berkontraksi, fundus  dibawah  umbilikus, tidak ada  perdarahan, abnormal, t idak  ada  bau


-
Menilai  adanya  tanda-tanda  demam, infeksi  atau  perdarahan  abnormal


-
Memastikan  ibu mendapat  cukup  makanan, cairan dan istirahat


-
Memastikan  ibu  menyusui  dengan baik dan tidak memperlihatkan  tanda-tanda  penyakit


-
Memberikan  konseling  pada  ibu  mengenai  asuhan pada  bayi,  tali pusat, menjaga  bayi  tetap  hangat  dan merawat  bayi  sehari-hari.




3
2 Minggu  sete-lah  persalinan
-
Sama  seperti  di atas  (6  hari  setelah  persalinan




4
6  minggu  sete-lah  persalinan
-
Menanyakan  pada  ibu  tentang  penyulit-penyulit  yang  ia  atau  bayi  alami


-
Memberikan  konseling  untuk  KB  secara  dini












6.           Penilaian  Klinik
              a).  Anamnesis
1)     Riwayat   Ibu
-     Nama,  Umur
-     Tanggal  dan  tempat  lahir
-    Penolong
-    Jenis  Persalinan
-    Masalah-masalah  selama  persalinan
-    Nyeri
-    Menyusui  atau  tidak
-    Keluhan-keluhan  saat  ini
     Misalnya  :  -           Kesedihan / depresi
                        -           Pengeluaran  pervaginam / perdarahan / lokhia
                        -           Putting / Payudara
-    Rencana   masa  datang ;  kontrasepsi  yang  akan digunakan
2)     Riwayat   Sosial  Ekonomi
-    Respon  ibu  dan  keluarga  terhadap  bayi
-    Kehadiran  anggota  keluarga  untuk  membantu  ibu  dirumah
-    Para  pembuat  keputusan  diruangan
-    Kebiasaan  minum,  merokok  dan menggunakan  obat
-    Kepercayaan  dan  adat  istiadat
3)     Riwayat   Bayi
-    Menyusui
-    Keadaan  tali  pusat

-    Vaksinasi
-    Buang  air  kecil / besar

                b).   Pemeriksaan  Kondisi  Ibu
1)      Umum
-     Suhu  Tubuh
-     Denyut  Nadi
-     Tekanan  Darah
-  Tanda-tanda  Anemia
-  Tanda-tanda  Odema / Tromboflebitis
-  Refleks
-  Varises
-  Cuat  (Cortial  Variabel  area  tenderness) 
-      Payudara
Ÿ Putting  susu ; pecah, pendek, rata
Ÿ Nyeri  tekan
Ÿ Abses
Ÿ Pembengkakan / ASI  terhenti                               
Ÿ Pengeluaran  ASI
-      Perut / Uterus
Ÿ Posisi  uterus / tinggi  fundus  uteri
Ÿ Kontraksi  uterus
Ÿ Ukuran  kandung  kemih
-      Vulva / Perineum
Ÿ Pengeluaran  Lokhia
Ÿ Penjahitan  laserasi  atau  luka  episiotomi
Ÿ Pembengkakan
Ÿ Luka
Ÿ Hemoroid
7.           Penanganan
              Tindakan  yang  baik  untuk  asuhan  masa  nifas  normal  pada  ibu  yaitu  :
               a).   Kebersihan  diri
          -    Anjurkan  kebersihan  seluruh  tubuh
          -   Mengajarkan  ibu  bagaimana  membersihkan  daerah  kelamin  dengan  sabun  dan air.  Pastikan  bahwa  ia  mengerti  untuk  membersihkan  daerah disekitar  vulva  terlebih dahulu dari  depan  kebelakang, baru  kemudian  membersihkan  daerah  sekitar  anus. Nasehatkan  ibu  untuk  membersihkan  diri  setiap kali  selesai buang  air  kecil  atau  besar.
          -   Sarankan  ibu  untuk  mengganti pembalut  atau kain  pembalut  setidaknya  dua kali  sehari.  Kain  dapat  digunakan  ulang  jika  telah  dicuci  dengan baik,  dan  dikeringkan  dibawah  matahari  atau disetrika.
          -   Sarankan  ibu  untuk  mencuci  tangan  dengan sabun  dan air  sebelum  dan sesudah  membersihkan  daerah  kelaminnya.
          -   Jika  ibu  mempunyai  luka  episiotomi  atau  laserasi, sarankan  kepada ibu  untuk  menghindari  menyentuh  daerah  luka.
                b).   Istirahat
       -    Anjurkan  ibu  untuk  beristirahat  cukup  untuk  mencegah  kelelahan  yang  berlebihan
       -    Sarankan  ia  untuk  kembali  ke  kegiatan-kegiatan rumah  tangga   bisa  pelrlahan-lahan, serta  untuk  tidur  siang  atau  beristirahat selagi bayi  tidur.

Ÿ  Kurang  istirahat  akan mempengaruhi  ibu  dalam beberapa  hal:
Ÿ  Mengurangi  jumlah ASI  yang diproduksi
Ÿ  Memperlambat  proses  involusi uterus  dan  memperbanyak  perdarahan
Ÿ  Menyebabkan depresi  dan  ketidak  mampuan  untuk  merawat  bayi  dan  dirinya  sendiri.
               c).   Latihan
             -  Diskusikan  pentingnya  mengembalikan  otot-otot  perut  dan  panggul  kembali  normal.  Ibu  akan  merasa  lebih  kuat  dan  ini  menyebabkan  otot  perutnya  menjadi  kuat  sehingga  mengurangi  rasa  sakit  pada  punggung.
                -    Jelaskan  bahwa latihan  tertentu  beberapa menit  setiap  hari  sangat  membantu, seperti  :
Ÿ  Dengan  tidur  terlentang  dengan lengan  disamping,  menarik  otot  perut  selagi  menarik  nafas, tahan  nafas  kedalam dan angkat  dagu  kedada;  tahan  satu  hitungan  sampai 5  rileks  dan ulangi  10  kali.
Ÿ  Untuk  memperkuat  tonus  otot  vagina  (latihan  kegel)
                         -    Berdiri  dengan  tungkai  dirapatkan, kencangkan  otot-otot pantat  dan pinggul  dan tahan  sampai  5  hitungan, kendurkan  dan ulangi  latihan  sebanyak  5  kali.
               Mulai  dengan  mengerjakan  5  kali  latihan  untuk setiap  kali gerakan  setiap minggu  naikkan  jumlah  latihan  5  kali  lebih banyak.  Pada  minggu ke 6 setelah  persalinan  ibu  harus  mengerjakan  setiap gerakan sebanyak 30  kali.


               d).   Gizi
                      Ibu  menyusui  harus  :
             -  Mengkonsumsi  tambahan  500  kalori  tiap  hari
        -  Makan  dengan  diet  berimbang  untuk  mendapatkan  protein, mineral  dan  vitamin  yang  cukup.
           -   Minum  sedikitnya  3  liter  air  setiap  hari  (anjurkan  ibu  untuk   minum  setiap  kali  menyusui)
          -    Pil  zat  besi harus  diminum  untuk  menambah  zat  gizi  setidaknya  selama  40 hari  pasca  bersalin.
          -    Minum  kapsul  vitamin  A  (200.000 unit)  agar bisa memberikan  vitamin  A  kepada  bayinya  melalui  Asinya.
                   e).  Perawatan  payudara
        -    Menjaga  payudara  tetap  bersih  dan kering
        -    Menggunakan  BH  yang  menyokong  payudara
        -   Apabila  putting  susu  lecet  oleskan  kolestrum  atau  ASI  yang  keluar  pada  sekitar  putting  susu  pada  setiap  kali  selesai  menyusui.  Menyusui tetap  dilakukan  dari  putting susu  yang tidak  lecet.
        -   Apabila  lecet  sangat  berat  dapat  diistirahatkan  selama  24  jam.  ASI  dikeluarkan  dan diminumkan dengan menggunakan sendok.
        -   Untuk  menghilangkan  nyeri  dapat  minum  parasetamol  1  tablet                     setiap 4 - 6  jam.
Ÿ  Apabila  payudara  bengkak  akibat  pembendungan  ASI  lakukan:
Ÿ  Pengompresan  payudara dengan  menggunakan  kain  basah  dan  hangat  selama – lamanya  5  menit.
Ÿ  Urut  payudara  dari arah  pangkal  menuju  putting  atau  gunakan  sisir  untuk  mengurut  payudara  dengan arah  “Z”  menuju putting.
Ÿ  Keluarkan  ASI  sebagian  dari bagian  depan  payudara  sehingga  putting  susu  menjadi  lunak.
Ÿ   Letakkan  kain  dingin  pada  payudara  setelah  menyusui
Ÿ   Payudara  dikeringkan
f).   Hubungan  Perkawinan / Rumah  Tangga
                -  Secara  fisik  aman untuk memuli  hubungan suami  istri  begitu  darah  merah  berhenti  dan ibu dapat  memasukkan satu atau  dua  jarinya  kedalam  vagina  tanpa rasa  nyeri,  begitu  darah  merah  berhenti  dan dia  tidak  merasakan  ketidaknyamanan,  aman  untuk  memulai  melakukan  hubungan  suami istri  kapa  saja, ibu  siap.
                -  Banyak  budaya  yang  mempunyai  tradisi  menunda  hubungan suami sitri  sampai  masa  waktu  tertentu  misalnya setelah  40  hari  atau  6  minggu  setelah persalinan  keputusan  tergantung  pada pasangan  yang  bersangkutan.
        g).  Keluarga   Berencana
                    -  Idealnya  pasangan  harus menunggu sekurang-kurangnya   2  tahun sebelum  ibu  hamil  kembali. Setiap  pasangan harus menentukan  sendiri kapan  dan bagaimana  mereka  ingin  merencanakan tentang  keluarganya.  Namun  petugas kesehatan  dapat  membatu  merencanakan  keluarganya  dengan  mengajarkan  kepada  mereka  tentang  cara  mencegah  kehamilan  yang tidak  diinginkan.
        -   Biasanya  wanita  tidak akan menghasilkan  telur  (ovulasi)  sebelum ia  mendapatkan  lagi  haidnya  selama  meneteki. Oleh  karena  itu, metoda  amenore laktasi dapat dipakai  sebelum  haid  pertama  kali  untuk mencegah  terjadinya  kehamilan  baru.  Risiko  cara  ini  ialah  2 %  kehamilan.
        -   Meskipun  beberapa  metoda  KB  mengandung  Risiko, menggunakan kontrasepsi  tetap  lebih  aman, terutama  apabila  ibu  sudah  haid  lagi.
                -  Sebelum  menggunakan metoda  KB,  hal-hal  berikut  sebaiknya  dijelaskan  dahulu  kepada  ibu.
Ÿ  Bagaimana metoda ini  dapat  mencegah  kehamilan  dan  efektivitasnya.
Ÿ  Kelebihan  / Keuntungannya
Ÿ  Kekurangannya
Ÿ   Efek   samping
Ÿ  Bagaimana  menggunakan  metoda  ini
Ÿ  Kapan  metoda  ini dapat  mulai digunakan  untuk  wanita  pasca salin  yang menyusui.
                       -  Jika  seorang  ibu / pasangan telah  memilih  KB  tertentu,  ada  baiknya  untuk bertemu  dengannya  lagi  dalam  2  minggu  untuk mengetahui  apakah  ada  yang  ingin  ditanyakan  oleh ibu / pasangan  itu  dan  untuk melihat  apakah  metoda  tersebut  bekerja  dengan  baik.
                   



D.   BAYI BARU LAHIR (BBL) NORMAL
1.      Pengertian
Bayi baru lahir normal adalah bayi lahir dengan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat badan lahir 2500 gram sampai dengan 4000 gram.
2.      Ciri-ciri Bayi Normal
Ÿ    Berat badan 2500-4000 gram
Ÿ    Panjang badan lahir 48-52 cm
Ÿ    Lingkar dada 30-38 cm
Ÿ    Lingkar kepala 33-35 cm
Ÿ    Bunyi jantung dalam menit-menit pertama cepat kira-kira 180 kali/menit kemudian menurun sampai 120-140 kali/menit.
Ÿ    Pernafasan pada menit-menit pertama cepat kira-kira 80 kali/menit kemudian menurun setelah tenaga kira-kira 40 kali/menit.
Ÿ    Kulit kemerah-merahan da licin karena jaringan subkutan cukup terbentuk cukup terbentuk dan diliputi verniks kaseosa
Ÿ    Rambut lanugo telah tidak terlihat, rambut kepala biasanya telah sempurna.
Ÿ    Kuku telah agak panjang lemas
Ÿ    Geitalia :  Pada perempuan, labia mayora sudah menutupi labia minora
          Pada laki-laki, tetis sudah turun
Ÿ    Refleks moro sudah baik, ila bayi dikagetkan akan memperlihatkan gerkan seperti memeluk
Ÿ    Graff refleks sudah baik, apabila diletakan sesuatu benda diatas telapak tangannya bayi akan mnggenggam.
Ÿ    Eliminasi baik urine dan mekonium akan keluar dalam 24 pukul pertama, mekonium akan kuning dansudah kecoklatan.

3.      Perubahan-perubahan Yang Terjadi Pada Bayi Baru Lahir. 
a.               Perubahan Metabolisme Karbohidrat
          Dalam waktu 2 jam setelah lahir akan terjadi  penurunan kadar gula darah, untuk menambah energi pada jam-jam pertama setelah lahir diambil dari setelah metabolisme asam lemak, bila karena sesuatu hal misalnya bayi aka menderita hipoglikemia, misalnya pada BBLR, bayi dari ibu yang menderita DM da lain-lainnya.
b.              Perubahan Suhu Tubuh
Ketika bayi lahir, bayi berada pada suhu lingkungan yang lebih rendah dari pada suhu didalam rahim ibu. Apabila bayi dibiarkan dalam suhu kamar 25 0C maka bayi akan kehilangan panas melalui konveksi, radiasi dan evaporasi sebanyak 200 kali/Kg BB/menit. Sedangkan produksi panas yang dihasilkan tubuh bayi hanya 1/10 nya. Keadaa ini meyebabkan penurunan suhu tubuh  sebanyak 2 0C dakam waktu 15 menit, akibat suhu yang rendah metabolisme jaringan meningkat dan kebutuhan oksigen meningkat.
c.               Perubahan Pernapasan
Selama dalam uterus janin mendapat O2 dari pertukaran gas melalui plasenta. setelah bayi lahir pertukaran gas melalui paru-paru bayi. Rangsangan untuk gerakan pernapasan pertama ialah :
Ÿ   Tekanan mekanis dari toraks sewaktu melalui jalan lahir
Ÿ   Penurunan PaO2 dan PaCO2 merangsang  kemoreseptor yang terletak disinus karotis
Ÿ   Refleks defeksi  hering breur



Pernapasan pertama pada bayi baru lahir menjadi normal dalam waktu 30 detik setelah kelahiran, tekanan rongga pada bayi pada saat melalui alan lahir pervaginam mengakibatkan cairan paru-paru (pada bayi normal jumlahnya 80 sampai 100 ml) kehilangan 1/3 dari jumlah cairan tersebut,sehingga cairan yang hilang diganti dengan udara.
Paru-paru berkembang sehingga rongga dada kembali pada bentuk semula. Pernapasan pada neonatus terutama pernapasan diafragmatik dan abdominal dan biasanya masih tidak teratur rekwensi dan dalam pernapasannya.  
d.              Perubahan Sirkulasi
Dengan perkembangan paru-paru mengakibatkan tekanan O2 meningkat dan tekanan CO2 menurun, hal ini mengakibatkan turunnya resistensi pembuluh darah dari artei pulmonalis mengalir ke paru-paru dan ductus arteriosis menutup.
Dengan mencuitnya artiri dan vena umbilikalis kemudian tali psat di potong. Aliran darah dari plasenta melalui vena cava inferior dan voramen ovale terhenti. Sirulasi janin sekarang berunah menjadi sirkulasi bayi yang hidup diluar badan ibu.
e.               Perubahan alat-alat pencernaan hati ginjal dan alat lainnya mulai berfungsi.
4.      Asuhan Bayi Baru Lahir Normal
a.               Asuhan Segera Bayi Baru lahir
Asuhan segera pada bayi baru lahir adalah asuhan yang diberikan pada bayi tersebut selama jam pertama setelah kelahiran. Sebagian bayi yang baru lahir akan menunjukan usaha pernapasan spontan dengan sedikit bantuan atau gangguan.

Aspek-aspek penting asuhan segera bayi baru lahir :
Ÿ   Menjaga agar bayi tetap sehat
Ÿ   Usahakan adanya kontak antara kulit bayi dengan kulit ibunya sesegera mungkin
Ÿ   Sambil menilai pernapasannya, letakan bayi dengan handuk diatas perut ibu
Ÿ   Dengan kain bersih dan kering atau kasa, lendir dan darah diusap dari wajah bayi untuk mencegah jalan udaranya terhalang, pernapasan bayi diperiksa kembali
Sebagian besar bayi akan menangis atau bernapas secara spontan dalam waktu 30 detik setelah lahir :
Ÿ   Bila bayi menangis atau nernapas (terlihat dari pergerakan dada paling sedikit 30 kali/menit), bayi dibiarkan dengan ibunya.
Ÿ   Bila bayi tidak bernapas dalam waktu 30 detik,segera mencari batuan dan mulai langkah-langkah resusitasi
Klem dan potong tali pusat
Ÿ   Tali pusat diklem dengan dua buah klem, pada titik kira-kira 2 dan 3 cm dari pangkal pusat (tinggalkan 1 cm diantara kedua klem tersebut)
Ÿ   Tali pusat di potong diantara kedua klem sambil melindungi bayi dengan tangan kiri
Ÿ   Mempertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat. sarung tangan diganti bila sudah kotor. memotong tali pusat dengan pisau atau gunting yang didesinfeksi tingkay tinggi (DTT)


Ÿ   Periksa tali pusat setiap 15 menit. Apabila sudah masih terjadi perdarahan dilakukan pengikatan ulang yang lebih ketat.
        Menjaga bayi agar tetap hangat
Ÿ   Memastikan bayi tetap hangat dan terjadi kontak antara kulit bayi dengan kulit ibu.
Ÿ   Megganti handuk atau kain yang basah, dan bayi dibungkus dengan selimut untuk mencegah keluarnya panas tubuh
Ÿ   Memastikan bayi tetap hangat dengan memeriksa telapak kaki bayi setiap 15 menit
Ÿ   Apabila telapak kaki bayi terasa dingin, periksa suhu aksila bayi
Ÿ   Apabila suhu bayi kurang dari 36,5 0C bayi segera dihangatkan
         Kontak dengan ibu
Ÿ   Bayi diberikan kepada ibunya secepat mungkin, kontak dini antara ibu dan bayi penting untuk :
-    Kehangatan mempertahankan panas bayi yang benar pada bayi baru lahir.
-    Ikatan batin pemberian ASI
-    Mendorong ibu untuk menyusui bayinya apabila bayi telah siap (degan menunjukan refleks rooting).
Pernapasan
Sebagian besar bayi akan bernapas secara spontan. Pernapasan bayi sebaiknya diperiksa secara teratur untuk mengetahui adanya masalah
Ÿ  Penapasan dan warna kulit diperiksa setiap 5 menit
Ÿ  Jika bayi tidak segera bernapas dilakukan hal-hal berikut :
-        Keringkan bayi dengan selimut atau handuk hangat
-        Punggung bayi digosok dengan lembut

-        Jika nelum mulai bernapas setelah 30 detik mulai resusitasi
-        Apabila bayi sianosis (kulit biru) atau sukar bernapas (frekwensi pernapasan kurang dari 30 atau lebih daro 60 kali/menit) bayi diberi oksigen dengan kateter nasal atau prongs
Perawatan Mata
Obat mata eritromicin ) 0,5 % atau tetrasiklin 1 % di anjurkan untuk mencegah penyakit mata karena klamidia (penyakit menular seksual). Obat mata perlu dibarikan pada jam pertama setelah persalinan.
b.              Kontak Dini Dengan Ibu
Dalam waktu 24 jam, bila bayi ridak mengalami ,asalah apapun berikanlah asuhan berikut :
Ÿ  Lanjutkan pengamatan suhu tubuh bayi.
Ÿ  Pertahankan suhu tubuh bayi
-            Hindari memandikan bayi hingga sedikitnya 6 jam da hanya setelah itu ika tidak terdapat masalah medis dan jika suhunya 36,5 0C atau lebih.
-            Bungkus bayi dengan kain kering dan hangat, kepala bayi  harus tertutup
Ÿ  Pemeriksaan fisik bayi
Lakukan pemeriksaan fisik bayi yang lebih lengkap, ketika memeriksa bayi baru lahir ingat butir-butir penting berikut :
-            Dilakukan ditempat yang hangat dan bersih untuk pemeriksaan


-            Mencuci tangan sebelum dan sesudah pemeriksaan, menggunakan sarung tangan dan bertindak lembut pada saat menangani bayi
-            Melihat, mendengar dan merasakan tiap-tiap daerah, dimulai dari kepala dan berlanjut secara sistematis manuju jari kaki
-            Jika ditemukan faktor risiko atau masalah, carilah bantuan lebih lanjut yang memang diperlukan
-            Rekam hasil pengamatan
Ÿ   Identifikasi bayi
Alat mengenal untuk memudahkan identifikasi bayi yang perlu dipasang setelah pasca persalinan. Alat pengenal yang efektif diberikan setiap bayi baru lahir dan harus tetap ditempatnya sampai waktu bayi dipulangkan
Ÿ   Perawatan lain-lain
Perawatan tali pusat
-                Pertahankan sisa-sisa tali pusat dalam keadaan terbuka agar tekena udara dan ditutupi dengan kain bersih secara longgar
-        Popok dilipat dibawah sisa tali pusat
-            Jika tali pusat terkena kotoran atau tinja, cuci dengan sabun dan air bersih dan keringkan betul-betul
-            Dalam waktu 24 jam dan sebelum ibu dan bayi dipulangkan kerumah, bayi diberi imunisasi BCG, Polio, oral dan Hepatitis B


-            Beri tahu orang tua agar merujuk bayi segera untuk perawatan lebih lanjut jika ditemui tanda bahaya berikut :
Pernapasan sulit atau lebih dari 60 kali / menit
o     Kehangatan terlalu panas ( > 38 0C atau terlalu dingin < 36 0C )
o     Warna kuning (terutama 24 jam pertama), iru pucat memar
o     Pemberian makanan : hisap lemah, mengantuk berlebihan banyak muntah
o     Tali pusat : merah, bengkak, keluar cairan bau busuk, berdarah
o     Infeksi : Suhu meningkat, mertah, bengkak, keluar cairan (nanah) bau busuk, pernapasan sulit
o     Tinja / kemih : tidak berkemih dalam 24 jam, tinja cair sering, warna hijau tua, ada lendir atau darah pada tinja
o     Aktifitas : menggigil atau tangis tidak bisa, sangat mudah tersinggung, lemas atau terlalu mengantuk, lunglai, atau kejang-kejang halus, tidak bisa tenang, menangis terus menerus
Ÿ   Mengajarkan pada orang tua cara merawat bayi mereka dan perawatan  harian untuk bayi baru lahir
-        Memberi Asi sesuai dengan kebutuhan setiap 2-3 jam (paling sedikit setiap 4 jam) mulai dari pertama
-        Pertahankan agar bayi selalu dengan ibunya


-        Jaga bayi dalam keadaan bersih, hangat dan kering dengan mengganti popok dan selimut sesuai dengan keperluan. Pastikan bayi tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin
-        Jaga tali pusat dalam keadaan baik dan kering
-        Awasi masalah dan kesulitan pada bayi dan minta bantuan jika perlu
-        Pegangklah sayangi dan nikmati kehidupan nrrtsama bayi
-        Jaga keamanan bayi terhadap trauma dan penyakit infeksi
-        Ukur suhu tubuh bayi.


















BAB III
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN
PADA ANC, INC, dan PNC


                                                        Nama               : Ni ketut Ekayani                                          
Nim                  : 105080022
Tgl Pengkajian : 21 September 2010      
Tempat             :  BPS        

A.     PENGKAJIAN
1.       Biodata (Data Subjektif)



Nama Ibu                  :   Ny. S                              
Umur                         :   27 Tahun                        
Suku/Kebangsaan     :   Kaili/Indonesia               
Agama                       :   Islam                              
Pendidikan                :   SD                                  
Pekerjaan                   :   URT                               
Alamat Rumah              :    jl.garuda


No.125 58


 


Nama Suami              :   Tn.  L                             
Umur                         :   30 Tahun                        
Suku/Kebangsaan     :   Kaili/Indonesia               
Agama                       :   Islam                              
Pendidikan                :   SMU                              
Pekerjaan                   :   Wiraswasta                     
Alamat Rumah              :    jl.garuda



 
 













B.   Anamnesa :
Pada tanggal       : 21 September 2010                    
1.      Keluhan utama   : Ibu mengatakan hamil 7 bulan , anak ke dua dengan keluhan merasa pusing dan mual-mual
2.      Riwayat keluhan: Ibu mengatakan keluhan di rasakan sejak beberapa hari yang lalu
3.      Riwayat menstruasi
a.       Menarche                                          :           13 th
b.      Siklus                                                :           28 – 30  hr
c.       Lamanya                                           :           7 hari
d.      Banyaknya                                        :           3x  ganti softex
e.       HPHT                                                :           20 – 03 – 2010
f.       Dismenerhoe                                     :           Kadang-kadang
g.      Gangguan sewaktu menstruasi         :           Tidak ada
4.      Riwayat perkawinan                              
      Kawin 1 kali
Usia kawin pertama 12 tahun          
5.      Riwayat kehamilan dan persalinan         :
a.       Jumlah kehamilan dan persalinan      :  GII PI A0
b.      Golongan darah                                :  O
c.       Riwayat persalinan                        
-        Jarak kelahiran                                :  3 tahun
-        Tempat melahirkan                          :  di Rumah
-        Cara melahirkan                               :  SPT LBK
6.      Riwayat Kelahiran anak
No.
Kehamilan
Persalinan
JK
BB
Penolong
1.


2.
Aterm


Hamil sekarang
SPT  LBK

    




2600 gr


Bidan,
(di rumah)



5.         Riwayat Ginekologi                                      :  Tidak ada
6.         Riwayat Keluarga berencana           
-        Jenis kontrasepsi                                      :  Suntikan
-        Efek samping                                           :  Tidak ada
-        Lama menggunakan                                  :  3 tahun
7.         Riwayat kehamilan sekarang           
-        HPHT                                                         :  20 – 03 – 2010
-        Keluhan                                                      :  Pusing dan mual
8.         Riwayat penyakit yang pernah diderita           :  Tidak ada       
9.         Riwayat perilaku kesehatan              :
Ibu tidak memiliki kebiasaan mengkonsumsi obat-obatan terlarang, minum-minuman beralkohol, dan tidak merokok.
10.     Riwayat psikologis                            :
Pola kegiatan sehari-hari :
a.       Nutrisi
Pola makan              :     3  x  sehari
Jenis makanan         :     Nasi + sayur + lauk
Pola minum             :     ± 6 – 8 gelas / hari
Makanan tambahan :     Susu  +  Roti
Makanan pantang    :     Tidak ada
b.      Pola Eliminasi
BAK                       :     ±  6x  sehari
BAB                        :     1 x sehari
c.       Pola istirahat
Tidur siang              :     13.00  -  14.00
Tidur malam            :     22.00  -  05.00
d.      Hygiene perorangan
Mandi                :   2 kali sehari dengan sabun lifebuoy
Sikat gigi           :   2 kali sehari dengan Pepsodent
Cuci rambut      :   3 kali seminggu dengan Shampoo Clear
11.     Keadaan sosial Budaya :
Ibu menjalin hubungan yang baik antara sesama keluarga, dan masyarakat. Keluarga senang tehadap kehamilannya, karena kehamilan ini sudah direncanakan.
  1. Pemeriksaan Fisik (Data objektif)
1.      Keadaan umum         : Baik
2.      Tanda-tanda vital
-   Tekanan darah        :    110/70 mmHg
-   Denyut nadi           :    84 x/mnt
-   Pernafasan              :    20 x/mnt
-   Suhu tubuh             :    36 oC
-   TB                          :    155  cm
-   BB                          :    63  kg
-   LILA                      :    26  cm
3.      Muka
-        Kelopak mata            :             Tidak odema
-        Konjungtiva              :             Tidak anemis
-        Sklera                        :             Tidak ikterus
    1. Mulut dan gigi                :             Tidak ada stomatitis
    2. Kelenjar thyroid              :             Tidak ada pembesaran
    3. Dada                               :             Simetris Ki / Ka
    4. Jantung                            :             Normal
    5. Paru                                 :             Normal
    6. Payudara                        
-        Pembesaran               :             Ada
-        Puting susu                :             Menonjol
-        Simetris                     :             Ya
-        Benjolan                    :             Tidak ada
-        Pengeluaran               :             belum ada
-        Rasa Nyeri                :             Tidak ada
    1. Punggung dan pinggang :             Tidak ada rasa nyeri
    2. Posisi tulang belakang     :             Lordosis gravidarum
    3. Ekstremitas atas dan bawah
-        Edema                   :   Tidak ada
-        Varices                  :   Tidak ada
-        Refleks Patella      :   (+) kanan dan kiri
    1. Abdomen :
-        Pembesaran           :   Ada, sesuai umur kehamilan
-        Benjolan                :   Tidak ada
Palpasi                            
-        Leopold I              :   TFU 3 jari atas pusat
-        Leopold II             :   PU – Ka
-        Leopold III           :   Pres – Kep
-        Leopold IV           :  
            Auskultasi                  
-        BJF                        :   Ada
-        Frekuensi               :   128 x/mnt
-        Teratur/tidak         :   Teratur

  1. Pemeriksaan Laboratorium
Hb : 10,4 gr %


II.           INTERPRESTASI DATA :
Diagnosa    :  Ny. S umur 27 tahun, GII PI AO janin tunggal hidup, intra uterin dengan UK 28 minggu
Data Subjektif (DS) :  :  -   Ibu mengatakan datang ke klinik untuk memeriksakan kehamilannya
-     Ibu mengatakan hamil 7 bulan
-     Ibu mengatakan hamil anak ke-2, dan tidak pernah keguguran
-     Ibu mengatakan merasa pusing
-     Ibu mengatakan haid terakhir tgl 20 – 03 – 2010
-     Ibu mengatakan pergerakan janin pertama kali umur kehamilan 20    minggu
-     Ibu mengatakan pergerakan janin dalam 24 jam terakhir aktif, sering
   Data Objektif (DO)   :
    -    TP                          :   27 – 12 – 2010     tanggal  22 – 2 - 2006
-   Palpasi                    
Ÿ   Leopold I        :   TFU 3 jari atas pusat
Ÿ   Leopold II       :   PU – Ka
Ÿ   Leopold III     :   Pres – Kep
Ÿ   Leopold IV     :
-    Auskultasi             
Ÿ   BJF                      :       Ada
Ÿ   Frekuensi             :       128 x/mnt
Ÿ   Teratur/tidak       :       teratur
         Masalah   :   Tidak ada
         Dasar          :
-          Ibu mengatakan merasa kurang nyaman dengan keadaanya.
-          Ibu mengatakan hamil 7 bulan
-          Ibu mengatakan hamil yang ketiga, dan tidak pernah keguguran
Kebutuhan           :
-          Informasi tentang ibu dan janinnya saat ini


III.        DIAGNOSA POTENSIAL
Tidak ada
Masalah potensial :
Tidak ada
IV.        TINDAKAN SEGERA  :
Tidak ada
V.           RENCANA  :
1.       Lakukan pemeriksaan pada ibu
2.       Dengarkan DJJ
3.       Jelaskan hasil pemeriksaan pada ibu
4.       Beri HE dan motivasi agar ibu dapat melakukan ANC secara teratur selama hamil
5.       Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup ± 8 – 10 jam
6.       Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan bergizi
7.       Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 90 tablet selama hamil
8.       Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi tablet Fe bersamaan dengan Vitamin C atau jeruk
9.       Beri terapi sesuai dengan keluhan yang dirasakan oleh i
VI.        IMPLEMENTASI :
1.      Melakukan pemeriksaan pada ibu (Pemeriksaan Leopold)
2.      Mendengarkan DJJ
3.      Menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu
4.      Memberi HE dan motivasi agar ibu dapat melakukan ANC secara teratur selama hamil.
5.      Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup ± 8 – 10 jam
6.      Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 90 tablet selama hamil
7.      Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi tablet Fe bersamaan dengan Vitamin C atau jeruk
8.      Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi
9.      Memberikan terapi kepada ibu sesuai dengan keluhan yang dirasakan
Ø  Antacid 3 x 1
Ø  Vit B6 3 x 1
Ø  Vit Bcomp 3 x 1
Ø  Calk 1 x 1



VII.     EVALUASI
Tanggal  21 September 2010      pukul 10.00
1.     Keadaan umum   : Baik
2.     TTV  Ibu                                                     
      TD             :  110/70 mmHg                     S       :  360 C
N               :   84 x/menit                           R     :  20 x/menit
Palpasi      
Leopold I                            :   TFU 3 jari atas pusat
Leopold II                           :   PU – Ka
Leopold III                         :   Pres – Kep
Leopold IV                         :  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar